Minggu, 30 Januari 2022

TUGAS KBGT

 TUGAS MEMBUAT PROPOSAL BIAYA LISTRIK


Gambar instalasi


Gambar etiket

Bahan-bahan


Tugas:
Gambarkan instalasinya dan buatkan rincian biayanya

***







Kamis, 27 Januari 2022

Menerapkan standard garis dan huruf gambar teknik (3.14)

Standar Garis

Dalam gambar teknik banyak sekali garis-garis yang masing-masing garis tersebut mempunyai arti atau makna yang berbeda, sehingga untuk menyamakan arti dari garis tersebut harus dibuat suatu standar yang menjadi acuan untuk membuat atau membaca gambar teknik.

 

Dari ukurannya, garis terbagi menjadi dua yaitu garis tebal dan garis tipis yang digunakan berdasarkan besar kecilnya gambar. Beberapa ukuran garis yaitu 0.25, 0.35, 0.5, 0.7, dan lain-lain. Yang biasa kita gunakan adalah ukuran 0.5 dan 0.7

 

Dalam standar CAD, ketebalan garis mempunyai arti sebagai berikut:

1. Garis paling tipis (0.18mm), digunakan untuk pola, tekstur material

2. Garis tipis (0.25mm), digunakan untuk dimensi, garis tengah, garis kontur, objek jauh

3. Garis sedang (0.35mm), digunakan untuk teks, garis-garis objek latar

4. Garis tebal (0.5mm), digunakan untuk objek utama, garis potong, potongan, judul gambar

5. Garis paling tebal (0.7mm), digunakan untuk judul

 

Macam-macam garis yang dapat digunakan untuk menggambar teknik diantaranya adalah:

1. Garis kontinyu tipis, garis ini biasa digunakan untuk garis bantu, garis petunjuk, garis batas potong

2. Garis kontinyu tebal, garis ini biasa digunakan untuk garis objek, garis nyata, garis tepi, garis arsir

3. Garis putus-putus tipis maupun tebal, garis ini biasa digunakan untuk garis objek yang terhalang, garis nyata yang terhalang, garis batas yang terhalang

4. Garis putus-putus dengan titik, garis ini biasa digunakan untuk garis sumbu, bidang potong, garis lintasan

5. Garis putus-putus dengan dua titik, garis ini biasa digunakan untuk garis objek di depan bidang potong, garis sistem, garis kedudukan benda bergerak

6. Garis kontinyu zigzag, garis ini biasa digunakan sebagai garis batas bidang terpotong


Huruf dan Angka

 Huruf dan angka pada suatu gambar digunakan untuk memperjelas maksud dari sebuah gambar ataupun keterangan gambar dalam etiket (kepala gambar). Karena pentingnya penjelasan gambar tersebut, penulisannya harus jelas dan terbaca sesuai dengan ketentuan. 




***


 

Ukuran Kertas dan Peralatan Gambar Teknik (3.13)

Gambar Teknik

 

Ketika kita melihat suatu gambar pemandangan, mungkin akan tampak jelas terlihat gambar yang dimaksud si seniman. Tetapi bagaimana bila gambar tersebut adalah berupa garis dan angka, untuk memahami apa yang tercantum di dalamnya harus diketahui terlebih dahulu cara membaca gambar tersebut. Biasanya gambar yang berupa garis dan angka tersebut disebut gambar teknik.

 

Dalam gambar teknik, angka-angka yang tercantum di dalamnya merupakan ukuran-ukuran seperti ketinggian, ketebalan, panjang, lebar, dan lain-lain. Kadangkala ditambahkan tulisan ataupun arsiran untuk memperjelas apa yang dimaksud oleh si penggambar.  Sehingga dibentuklah standar-standar agar setiap orang yang membaca suatu gambar dapat mempunyai pengertian ataupun kesepahaman yang sama.

 Contoh gambar teknik:

 


Kertas Gambar

 Kertas gambar merupakan sarana untuk meletakkan gambar/tulisan. Kertas gambar memiliki beragam ukuran yang tersedia dan sudah merupakan ukuran yang distandarkan. Ukuran-ukuran kertas tersebut (dalam centimeter) adalah sebagai berikut:

1.Ukuran kertas A0 dalam cm adalah 118,9 cm x 84,1 cm

2.Ukuran kertas gambar A1, setengah dari ukuran kertas A0 yaitu 84,1 cm x 59,4 cm 

3.Ukuran kertas gambar A2, setengah dari ukuran kertas gambar A1 yaitu 59,4 cm x 42,0 cm

4.Ukuran kertas gambar A3, setengah kali ukuran kertas gambar A2 yaitu 42,0 cm x 29,7 cm

5.Ukuran kertas gambar A4, setengah kali ukuran kertas gambar A3 yaitu 29,7 cm x 21,0 cm

6.Ukuran kertas gambar A5, setengah kali ukuran kertas gambar A4 yaitu 21,0 cm x 14,8 cm


Peralatan Gambar

 

Untuk membuat gambar teknik secara manual dapat digunakan alat-alat gambar seperti: penggaris, penghapus, pensil, jangka, dan lain sebagainya seperti tampak pada gambar berikut:

 
Pada masa sekarang ini, gambar teknik biasanya dikerjakan dengan menggunakan berbagai aplikasi yang tersedia di internet yang berbayar ataupun gratis. Beberapa contoh aplikasi menggambar adalah LibreCAD, DraftSight, FreeCAD, NanoCAD dan lain-lain yang bisa anda lihat di https://www.downloadsoftwaregratisan.com/aplikasi-autocad/ 

 ***

 

Rabu, 26 Januari 2022

Karakteristik Terhadap Komponen

 

Karakteristik Komponen Terhadap Arus Bolak Balik (3.13)

 

Karakteristik Resistor terhadap arus AC:

1. Tegangan berubah-ubah secara sinusoidal (VR = Vm sin ωt)

2. Arus berubah-ubah secara sinusoidal (iR = VR/R = im sin ωt)

3. Arus dan tegangannya tidak ada beda fasa

 


VR = Vmax sin ωt

iR = VR / R = imax sin ωt

 

VR  = Tegangan pada resistor (V)

iR  = Arus pada resistor (A)

Vmax = Tegangan maksimum (V)

imax  = Arus maksimum (A)

R = resistansi Resistor (Ω)


Karakteristik Induktor terhadap arus AC:

1. Nilai hambatan pada suatu inductor (reaktansi induktif) tergantung pada frekuensi sudut arus dan nilai induktansi itu sendiri (XL = ωL)

2. Terdapat perbedaan sudut fasa antara tegangan dan arus yang melalui induktor

3. Tegangan pada inductor bernilai maksimum saat arus yang melaluinya nol

4. Arus pada inductor bernilai maksimum saat tegangan nol

 
XL = ωL

VL = Vm sin  ωt

IL = VL  / XL = Im sin ( ωt – 0.5π)

 

XL = Reaktansi induktif (Ω)

ω = Kecepatan sudut (rad/s) = 2πf

L = induktansi inductor (L)

VL = tegangan pada inductor (V)

Vm = tegangan maksimum (V)

IL = arus yang melewati inductor (A)

Im = arus maksimum (A)

f = frekuensi sudut (Hz)


Karakteristik Kapasitor terhadap arus AC:

1. Nilai tahanan pada kapasitor (reaktansi kapasitif) bergantung pada besarnya nilai kapasitas kapasitor itu sendiri dan frekuensi sudut saat dilewati arus AC (XC = 1 / ωC)

2. Terdapat perbedaan sudut fasa antara tegangan dan arus yang melalui induktor

3. Tegangan pada inductor bernilai maksimum saat arus yang melaluinya nol

4. Arus pada inductor bernilai maksimum saat tegangan nol


XC = 1 / ωC

VC = Vm sin ωt

IC = VC / XC = Im sin (ωt + 0.5π)

 

XC = Reaktansi kapasitif (Ω)

C = Kapasitas kapasitor (F)

 IC =  Arus yang melewati kapasitor (A)

Im = Arus maksimum (A)

VC = Tegangan pada kapasitor (V)

Vm = Tegangan maksimum (V)

t = waktu (s)

ω = kecepatan sudut (rad/s)

 

***




Arus Bolak Balik

 

Arus Bolak Balik (3.12)

 

Arus bolak balik yang biasa di sebut dengan arus AC (Alternating Current) adalah arus yang arahnya selalu berubah-ubang membentuk suatu gelombang sinusoidal. Arus ini merupakan hasil pengembangan dari seseorang yang bernama Nikola Tesla.

 

Bentuk gelombang AC yang sinusoidal:

Karakteristik arus AC antara lain:

1. Nilai arus yang selalu berubah-ubah

2. Polaritas yang berubah-ubah

3. Membentuk gelombang sinusoidal yang berubah terhadap waktu


***

Senin, 24 Januari 2022

Mikroprosesor

Mikroprosesor adalah suatu IC yang terintegrasi dalam satu chip yang berfungsi sebagai unit pusat pemrosesan. Mikroprosesor akan memproses segala perintah logika dan memberikan hasilnya sesuai dengan apa yang diprogramkan. Di dalam mikroprosesor terdapat unit-unit yang akan memproses segala perintah yang diberikan. Unit-unit tersebut adalah Arithmetic and Logic Unit (ALU), Control Unit (CU), dan Register Unit (RU).

Berikut ini merupakan diagram blok dari mikroprosesor

Prinsip Kerja Mikroprosesor

Perintah START pada port input akan memerintahkan CU untuk mengambil instruksi yang tersimpan di memory, instruksi tersebut akan diolah oleh ALU bila dibutuhkkan tempat penyimpanan sementara dalam prosesnya akan menggunakan RU sebagai penyimpanannya, setelah pengolahan selesai perintah STOP akan mengatur CU untuk mengeluarkan nya pada port output. Output sendiri dapat berupa instruksi untuk menyimpan dalam memory.


Mikrokontroler

Mikrokontroler adalah penggambungan dari prinsip kerja mikroprosesor disertai penempatan device input/output unitnya dalam satu chip/modul.

 

Perbedaan Mikroprosesor dan Mikrokontroler

-Mikroprosesor

Sebagai pusat pengolahan data/instruksi yang diberikan oleh device input dimana unit fungsionalnya hanya ALU, CU dan RU sehingga untuk melaksanakan tugasnya kadangkala harus disertai device output

-Mikrokontroler

Mampu menyelesaikan tugasnya sendiri karena sudah memiliki peripheral dalam satu chip sehingga mikrokontroler kadang disebut juga SoC (System on Chip) dimana unit fungsionalnya adalah Register, CU, ALU, RAM, ROM, IO Port, DAC, ADC, Counter, Timer

 

Mikrokontroler ESP32

ESP32 merupakan salah satu contoh mikrokontroler yang dikeluarkan oleh Espressif System. ESP32 adalah system on chip yang menyediakan pula fasilitas wifi dan Bluetooth dengan daya rendah menggunakan mikroprosesor Tensilica Xtensa LX6 dual core ataupun single core dengan clock rate hingga 240MHz.

 

Struktur Mikrokontroler ESP32

ESP32 bekerja dengan daya rendah memiliki banyak fitur sehingga popular digunakan sebagai aplikasi IOT (Internet of  Things). Berikut ini merupakan struktur dari mikrokontroler ESP32 


Input Output Mikrokontroler ESP32 

Sebagai anggota dari mikrokontroler, tentu saja dilengkapi oleh kelengkapan input/outputnya mulai dari ADC (Analog to Digital Converter), DAC (Digital to Analog Converter), I2C (Inter Integrated Circuit), I2S (Inter IC Sound), PWM (Pulse Width Modulation), dan masih banyak lagi

Secara fisik mikrokontroler ESP32 Dev Module memiliki 30 pin input/output, 2 buah tombol reset, dan 1 port USB. Untuk penomorannya tidak berurutan seperti bagaimana pin pada suatu IC, sehingga disarankan untuk menyimpan file dari gambar pin input/output. GPIO (General Purpose IO) nomor 2 terhubung langsung dengan sebuah LED yang sudah terpasang pada badan ESP32. Sehingga dapat digunakan sebagai indicator untuk suatu program sederhana.

  

Berikut ini pin input/output ESP32 node mcu



Berikut ini merupakan contoh sederhana untuk membuat program menggunakan aplikasi Arduino IDE menggunakan I/O.

1. Contoh program LED berkedip

int LED_BUILTIN = 2;

void setup()

{

pinMode (LED_BUILTIN, OUTPUT);

Serial.begin(115200);

}

void loop()

{

digitalWrite(LED_BUILTIN, HIGH);

Serial.println("ON");

delay(500);

digitalWrite(LED_BUILTIN, LOW);

Serial.println("OFF");

delay(1000);

}

 

 2. Contoh program input serial

int nilai;

 

void setup()

{

  Serial.begin(9600);

}

 

void loop()

{

  if (Serial.available()>0)

  {

    nilai=Serial.read();

    switch (nilai)

    {

      case '1':

        Serial.println("satu");

        break;

      case '2':

        Serial.println("dua");

        break;

      case '3':

        Serial.println("tiga");

        break;

    }

  }

}

  

***

Jumat, 01 Mei 2020

TEKNOLOGI TELEVISI

Mata Pelajaran : Penerapan Sistem Radio dan Televisi
Kelas XI

TEKNOLOGI TELEVISI


Pesawat Televisi
Pesawat televisi akan mengubah sinyal listrik yang di terima menjadi objek gambar utuh sesuai dengan objek yang ditranmisikan. Pada televisi hitam putih (monochrome), gambar yang di produksi akan membentuk warna gambar hitam dan putih dengan bayangan abu-abu. Pada pesawat televisi berwarna, semua warna alamiah yang telah dipisah ke dalam warna dasar R (red), G(green), dan B (blue) akan dicampur kembali pada rangkaian matriks warna untuk menghasilkan sinyal luminasi.

Gambar dan Suara
Selain gambar, pemancar televisi juga membawa sinyal suara yang di tranmisikan bersama sinyal gambar. Penyiaran telavisi sebenarnya menyerupai suara sistem radio tetapi mencakup gambar dan suara. Sinyal suara di pancarkan oleh modulasi frekuensi (FM) pada suatu gelombang terpisah dalam satu saluran pemancar yang sama dengan sinyal gambar. Sinyal gambar termodulasi mirip dengan sistem pemancaran radio yang telah dikenal sebelumnya. Dalam kedua kasus ini, amplitudo sebuah gelombang pembawa frekuensi radio (RF) dibuat bervariasi terhadap tegangan pemodulasi. Modulasi adalah sinyal bidang frekuensi dasar (base band).
Modulasi frekuensi (FM) digunakan pada sinyal suara untuk meminimalisasikan atau menghindari derau (noise) dan interferensi. Sinyal suara FM dalam televisi pada dasarnya sama seperti pada penyiaran radio FM tetapi ayunan frekuensi maksimumnya bukan 75 khz melainkan 25 khz.

Saluran dan Standar Pemancar Televisi
Kelompok frekuensi yang di tetapkan bagi sebuah stasiun pemancar untuk tranmisi sinyalnya disebut saluran (chanel). Masing-masing mempunyai sebuah saluran 6 mhz dalam salah satu bidang frekuensi (band) yang dialokasikan untuk penyiaran televisi komersial.
1. VHF bidang frekuensi rendah saluran 2 sampai 6 dari 54 MHZ sampai 88 MHZ.
2. VHF bidang frekuensi tinggi saluran 7 sampai 13 dari 174 MHZ sampai 216 MHZ.
3. UHF saluran 14 sampai 83 dari 470 MHZ sampai 890 MHZ.
Sebagai contoh, saluran 3 disiarkan pada 60 MHZ sampai 66 MHZ. Sinyal pembawa RF untuk gambar dan suara keduanya termasuk di dalam tiap saluran tersebut.


TELEVISI HITAM PUTIH


Fungsi dari masing-masing blok di atas adalah:
1. Antena, menerima sinyal dari pemancar, tergantung frekuensi pemancar, terdapat antena untuk VHF (Very High Frequency) 47Mhz - 68 Mhz, 174 Mhz - 238 Mhz dan UHF (Ultra High Frequency) 470 Mhz - 790 MHz.
2. Pemilih kanal (tuner), mendapat sinyal dari antena, dipilih frekuensi pemancar yang diinginkan. Sinyal berfrekuensi tinggi diperkuat dan diubah frekuensinya menjadi frekuensi antara. Frekuensi antara gambar sebesar 38,9 Mhz dan frekuensi antara suara sebesar 33,4 MHz.
3. Penguat frekuensi antara (IF), sebuah penguat selektif menguatkan frekuensi antara yang dihasilkan oleh tingkat sebelumnya.
4. Penguat demodulator gambar (demodulator AM) diperoleh kembali sinyal gambar dan frekuensi antara suara 5,5 Mhz. Frekuensi ini diperoleh dari selisih antara 38,9 MHz - 33,4 MHz = 5,5 MHz.
5. Penguat gambar, merupakan penguat dengan daerah frekuensi lebar 0 – 5 Mhz, menguatkan sinyal gambar lebih lanjut sehingga mampu mengendalikan tabung gambar.
6. Frekuensi antara suara dikuatkan dalam penguat frekuensi antara suara yang ditala pada Frekuensi tengah (frekuensi antara) 5,5 MHz.
7. Untuk mendapatkan suara, maka frekuensi antara suara 5,5 Mhz dimasukkan dalam demodulator FM.
8. Penguat frekuensi rendah menguatkan sinyal frekuensi rendah yang dihasilkan demodulator FM, sehingga mampu menggerakkan loudspeaker.
9. AGC (automatic Gain Control) menghasilkan tegangan untuk mengatur penguatan penguat antara dan mengatur redaman pada rangkaian masukan (pemilih kanal).
10. Penyaring pulsa menyaring pulsa penyerempak yang ikut dipancarkan bersama sinyal gambar oleh pemancar.
11. Pemisah pulsa memisahkan pulsa penyerempak vertikal dengan pulsa penyerempak horisontal.
12. Generator vertikal membangkitkan tegangan gelombang gigi gergaji dengan frekuensi 50 Hz, dan diserempakan langsung dengan pulsa vertikal, untuk diberikan pada kumparan pembelok vertikal.
13. Tingkat akhir vertikal menguatkan arus gigi gergaji yang dihasilkan oleh generator vertikal, untuk diberikan pada kumparan pembelok vertikal.Pembelok vertikal, mendapat tegangan/arus gigi gergaji bertugas membelokkan sinar secara vertikal.
14. Penyama fasa menyamakan antara fasa gelombang gigi gergaji yang dibangkitkan generator horisontal dengan pulsa horisontal yang diterima.
15. Generator horisontal membangkitkan tegangan gelombang gigi gergaji untuk pembelokan horisontal/baris diperlukan tegangan berfrekuensi 15.625 Hz.
16. Tingkat akhir horisontal menguatkan arus gigi gergaji berfrekuensi 15.625 Hz, sehingga mampu mencatu kumparan pembelok horisontal.
17. Bagian tegangan tinggi menaikkan tegangan rendah menjadi tegangan tinggi arus searah (14 - 18 kV untuk anoda tabung hitam putih, 25 kV untuk anoda tabung warna). Tegangan rendah diperoleh dari tingkat akhir horisontal. Pembelok horisontal bertugas membelokkan sinar secara horisontal.
18. Tabung gambar mengubah sinyal listrik gambar menjadi gambar.
19. Loudspeaker mengubah sinyal listrik suara menjadi suara.
20. Catu daya, mencatu tegangan kerja setiap blok.


TELEVISI WARNA



Penerima televisi warna merupakan penyempurnaan dari penerima televisi hitam putih dengan menambahkan bagian warna. Untuk memudahkan mengenali bagian-bagian dari rangkaian penerima televisi warna maka digambarkan rangkaian blok televisi warna bagian pengolah warna seperti gambar di bawah:

Prinsip kerja masing-masing blok:
1. Penguat pelewat jalur (penguat band pass), untuk memperkuat dan menyaring sinyal Sub pembawa warna 4,43 + 0,5 Mhz . Juga sebagai pengoreksi cacat respons frekuensi dari sinyal sub pembawa warna, pengontrol kroma otomatis, pemati warna dan kejenuhan kroma.
2. Rangkaian penambah, menjumlahkan amplitudo sinyal dari penguat pelewat jalur dan rangkaian penunda dari hasil penjumlahan tersebut keluar sinyal U.
3. Rangkaian pengurang, mengurangkan amplitudo sinyal dari penguat pelewat jalur dan rangkaian penunda dari hasil pengurangan didapat sinyal V.
4. Rangkaian switching (penukar) fasa 180? berfungsi untuk menukar polaritas sinyal V pada tiap pergantian garis horisontal.
5. Rangkaian penguat U dan penguat V, berfungsi untuk memperkuat level amplitudo sinyal U dan sinyal V.
6. Demodulator B-Y, sinyal pembawa 4,43 MHz diberikan kembali pada sinyal B-Y dan didemodulator AM untuk mendapatkan sinyal warna B.
7. Demodulator G-Y, dicampurkan sinyal B-Y dan R-Y untuk mendapatkan sinyal G-Y , sinyal pembawa 4,43 MHz diberikan kembali pada sinyal G-Y dan didemodulator AM untuk mendapatkan sinyal warna G.
8. Demodulator R-Y, diberikan kembali sinyal pembawa dan didemodulator AM untuk mendapatkan sinyal warna R.
9. Rangkaian keluaran sinyal krominan (Penguat output video B,G,R) mematriks sinyal warna dengan sinyal luminan dari penguat gambar, hingga dihasilkan tiga sinyal warna primer dan kemudian sinyal ini diperkuat hingga mencapai tegangan yang cukup untuk mengendalikan tabung gambar.
10. Penguat burst, memperkuat sinyal burst dari pemancar untuk menyinkronkan osilator 4,43 MHz.
11. Rangkaian deteksi fasa, untuk mendeteksi fasa perubahan sinyal V + 135? dan - 135? terhadap sumbu UB-Y.
12. Rangkaian deteksi 1/2 frekuensi horisontal, untuk mendeteksi polaritas sinyal V dengan cara membangkitkan sinyal-sinyal diskriminasi dalam setiap dua garis perubahan horisontal. Sinyal-sinyal ini diberikan ke rangkaian FF dan switching fasa 180?.
13. Rangkaian FF (Flip-Flop), mendapatkan pulsa 2 H untuk menjalankan rangkaian switching fasa 180?.Rangkaian FF (Flip-Flop), mendapatkan pulsa 2 H untuk menjalankan rangkaian switching fasa 180?.
14. Osilator 4,43 Mhz, untuk membangkitkan sinyal 4,43 MHz sebagai pembawa sinyal gambar.


Tugas 12052020